Translate
Selasa, 27 Agustus 2019
Berteman Dengan Mantan Adalah Bukti Kedewasaan. Ini 6 Alasan Untuk Menjalin Hubungan Positif Dengan Mantan
Mari simak dibawah ini ; Alasan mengapa berteman dengan mantan menurut saya adalah sesuatu yang positif. Asalkan dulunya putusnya dengan cara yang baik baik yah. Klo yang putusnya dengan cara yang tidak baik baik, berarti tidak berlaku yah..!
1. Sekali peduli, mustahil berhenti sama sekali. Daripada Menyangkal, bukankah lebih baik kepedulianmu diarahkan untuk membangun pertemanan?
Peduli sama mantan bukan berarti diam-diam berharap balikan. “Peduli” artinya simpel saja: kamu ingin hidupnya bersih dari malapetaka. Kamu ingin dia tak menyerah pada ujian yang sewaktu-waktu bisa tiba. Dan kalau diminta, kamu bersedia membantu sebisanya agar dia selalu baik-baik saja.
Nggak tahu sih apa pendapatmu soal poin ini. Tapi akuilah: bukankah ini terdengar seperti resep menjadi teman yang baik?
2. Mantan mengerti kamu luar-dalam. Dia tahu sisi-sisi yang bahkan gak pernah kamu tampakkan di depan teman. Yakin orang begini mau “dibuang”? Hal-hal yang nggak kamu tampakkan ke orang lain, buat dia sudah bukan rahasia.
Karena mengerti kamu dari segala sisi, dia kandidat terbaik untuk ditanyai. Kira-kira menurutnya, cocok nggak ya kalau kamu ambil tawaran pekerjaan yang ini?
Menurut dia, kamu bakal bisa beradaptasi nggak ya kalau pindah ke kota ini? Tanpa sadar, setelah tak lagi jadi pasangan kamu sudah punya sahabat secara instan.
3. Kalian berdua masih satu dunia. Kalau harus bertemu lagi sebelum “sepakat untuk baik-baik saja”, gimana?
Satu hal yang perlu diingat adalah dia mengerti jalan hidup yang kamu inginkan. Bukan tak mungkin bahwa dialah yang nanti menghubungkanmu dengan peluang kerja yang kamu cita-citakan. Tentu saja ini tidak terjadi sembarangan. Ini bisa terjadi dengan satu catatan: kamu berteman baik dengannya.
4. Pertemanan yang baik dengan mantan adalah tanda kedewasaan.
Kalian berdua bukan anak kecil yang jadi pecundang di depan perasaan
Sudah bukan zamannya lagi untuk menjalani siklus pacaran-putus-musuhan. Semakin dewasa, maka kamu akan melihat sebuah hubungan lebih dari sekadar itu. Pacaran-putus-temanan menunjukkan kedewasaan. Dengan bisa berteman, kamu membuktikan bahwa kamu bukan budak yang lemah di depan perasaan.
5. Sudah saatnya berdamai dengan dirimu sendiri. Katanya mau jadi lebih baik lagi?
Belajar berteman baik dengan pacar adalah proses berdamai dengan diri sendiri. Pada tahap ini kamu belajar untuk mengelola perasaan dan mengusahakan kebaikan masa depan. Tentu saja, di awal putus, kamu akan sangat emosional. Gak cuma nyesek, kamu juga merasakan segumpal sesal dan kemarahan.
Seiring kamu mampu mengontrol ego dengan baik, hatimu jadi semakin lapang. Yang tadinya terlihat gak masuk akal (seperti menjalin pertemanan), jadi skenario yang menarik ketika kamu sudah move on dan melupakan semua kekecewaan. Udah saatnya, Sis & Bro. Ubah kesalahan itu menjadi sebuah Emas. Yaitu dengan berteman.
6. Kalian memulai hubungan dengan baik-baik. Justru gak masuk akal untuk menolak “mengakhirinya” dengan baik-baik.
Berteman dengan mantan bukan kemustahilan. Yang kamu butuhkan hanyalah kedewasaan. Di akhir hari, dia tetaplah individu hebat yang pernah bikin kamu jatuh hati. Fakta ini gak akan berubah, meskipun kamu nggak memilikinya lagi.
Sumber : https://www.hipwee.com/
Langganan:
Postingan (Atom)